Intan Saumadina Ingin Segera Nonton Liga 1 di Stadion

Bolapedia.co.id – Pandemi virus corona atau Covid-19 menyebabkan banyak pertandingan terutama Liga 1 2020 ditangguhkan.

Dengan ditundanya pertandingan terakhir Liga 1 tersebut membuat presenter olah raga cantik, Intan Saumadina rindu dan berharap bisa kembali menonton pertandingan di stadion.

Intan mengungkapkan rasa rindu tersebut dengan mengunggah sebuah foto dirinya tengah duduk di tribun Stadion Pakansari, Bogor. Ia mengunggah foto tersebut ke instagram-nya, @intansaumadina, kemarin Kamis 3 September 2020.

Intan menulis keterangan yang berisi harapannya tentang pandemi. Ia berharap pandemi ini segera berakhir sehingga dirinya bisa kembali ke stadion untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.

Unggahan Intan pun mengundang respons dari para pengikutnya. Hingga berita ini dibuat, sudah ada 16,692 orang yang menyukai unggahan Intan tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa banyak orang yang ingin Liga 1 kembali bergulir dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan kita bisa cepet nribun bareng lagi yaa,” tulis Intan

Selama Masih Andalkan Kepa, Chelsea Diklaim Selalu Dibawah Man City-Liverpool, Ini Alasannya

Bolapedia.co.id – Demi terus memeprkuat skuadnya, dalam beberapa pekan terakhir Chelsea terus mandatangkan jajaran pemain top.

Jajarang pemain top yang memperkuat Chelsea, sebut saja, Timo Werner hingga Thiagio Silva, terlihat menjanjikan buat The Blues.

Namun The Blues nyatanya memiliki satu masalah yang lebih penting. Masalah tersebut dianggap ada pada pos penjaga gawang.

Kepa Arrizabalaga sebagai penjaga gawang Chelsea ini dianggap gagal memenuhi ekspektasi, hinggapuncaknya pada musim lalu, dirinya bahkan beberapa kali dicadangkan pada laga penting.

Walaupun diperkuat dengan jajaran nama pemain besar, Chelsea diyakin akan sulit bersaing di papan atas jika Frank Lampard masih mengandalkan Kepa sebagai kiper.

Hal tersebut diungkap oleh Steve Nicol, analis Premiere League yang cuku prihatin dengan keadaan Chelsea saat ini.

Nicol membeberkan fakta bahwa kiper dalah salah satu bagian paling penting untuk persaingan ke levellebih tinggi hingga meraih trofi kemenangan.

Ia bahkan mengambil contoh pada kasus LIverpool-Alisson dan Man City-Ederson, dimana kedatangan dua kiper langsung mendongkrak performa keseluruhan tim.

“Saya kira tidak. Dengar, saya akan menyebut Liverpool lagi, tapi Anda sudah menyaksikan langsung perbedaan dengan adanya Alisson, dan Anda bisa melihat bagaimana Ederson membuat perbedaan untuk tim Man City yang sudah lebih kuat dari Chelsea sekarang,” buka Nicol kepada ESPN FC.

“Jadi tidak, Chelsea tidak akan bisa meraih gelar terbesar tanpa kiper yang layak. Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana bisa mereka mendatangkan kiper semacam itu.”

“Sebab mereka tidak lagi bisa menghabiskan banyak uang untuk kiper seperti yang mereka lakukan pada Kepa,” imbuhnya.

Menurut Nicol, pada dasarnya Kepa merupakan pemain yang cukup mumpuni, namun ia berpendapat bahwa Kepa memiliki masalah pada attitude atau sikapnya yang kurang baik hingga tidak bisa diterima Lampard dan berujung pada keputusan dicadangkan.

“Saya kira ini karena Kepa. Dia punya sikap yang buruk, sebab tidak perlu diragukan lagi, dalam hal kemampuan menjaga gawang dia masih lebih baik dari Caballero. Jadi masalahnya ada di kepribadian,” sambung Nicol.

“Frank tidak mau menerima itu dan karena itulah Caballero bermain. Jadi, Chelsea hanya tidak beruntung, mereka tidak bisa bersaing di level tertinggi tanpa kiper bagus,” tandasnya.